Anatomi Ginjal

Pendapat Ahli

Ginjal merupakan organ berbentuk seperti kacang yang terletak di kedua sisi tulang belakang (columna vertebralis) (Wilson, 2005).

Ginjal berwarna coklat kemerahan dibelakang peritonium, terletak pada dinding posterior abdomen, di depan dua kosta terakhir dan tiga otot-otot besar, yaitu transversus abdominis, kuadratus lumborum, dan psoas mayor.

Ginjal kanan terletak sedikit lebih rendah dibandingkan dengan ginjal kiri. Hal ini disebabkan karena adanya lobus kanan hati yang besar. Ginjal terlindung dengan baik dari trauma karena dilindungi oleh kosta disebelah posterior dan oleh bantalan usus dibagian anterior (Snell, 2003).

Setiap ginjal pada orang dewasa beratnya kira-kira 150 gram dan kira-kira seukuran kepalan tangan. Sisi medial setiap ginjal merupakan daerah lekukan yang disebut hillum tempat lewatnya arteri dan vena renalis, cairan limfatik, suplai saraf, dan ureter yang membawa urine akhir dari ginjal ke kandung kemih, dimana urine disimpan hingga dikosongkan (Guyton dan Hall, 2003).

Potongan longitudinal ginjal memperlihatkan korteks di bagian luar dan medula di bagian dalam (Wilson, 2005).

Korteks berisi glomerulus, tubulus proksimal, tubulus distal, dan duktus kolektivus. Sedangkan medula terdiri dari tubulus yang lurus, lengkung Henle, vasa rekta, dan duktus koligens. Tiap-tiap tubulus dan glomerulus ginjal merupakan suatu unit fungsional yang disebut nefron, dan pada manusia mempunyai kurang lebih satu juta nefron pada masing-masing ginjalnya (Guyton dan Hall, 2003)

Tiap nefron terdiri atas bagian yang melebar yang disebut badan malphigi, tubulus kontortus proksimal, bagian tipis dan tebal lengkung Henle, dan tubulus kontortus distal. Duktus kolegens yang berasal dari embriologi yang berbeda dengan nefron, merupakan duktus ekskresi sistem tersebut. Unsur-unsur nefron tertanam oleh lamina basalis yang dilanjutkan dengan sejumlah kecil jaringan penyambung organ. Badan malphigi terdiri atas berkas-berkas kapiler, glomerulus, dikelilingi oleh kapsula Bowman (Eroschenko, 2003)

Ada beberapa struktur yang masuk atau keluar dari ginjal melalui hilus, antara lain arteri renalis, vena renalis, saraf dan kelenjar limfe.

Arteri renalis yang merupakan cabang dari aorta abdominalis memasuki ginjal melalui hilus bersama ureter dan vena renalis, kemudian bercabang-cabang secara progresif membentuk arteri lobaris, arteri interlobaris (berjalan di antara piramid), arteri arkuata, arteri interlobularis (tersusun paralel dalam korteks), dan arteriole aferen yang menuju ke kapiler glomerulus. Ujung distal kapiler dari tiap glomerulus bergabung untuk membentuk arteriole eferen (Ganong, 2003).

Ukuran ginjal tidak dibedakan menurut bentuk dan ukuran tubuh, melainkan ditentukan oleh jumlah nefron yang dimilikinya. Panjang ginjal orang dewasa antara 10-13 cm, dan lebar ginjal orang dewasa antara 5-7 cm (Pearce, 2004).

Anatomi Makroskopis dan Mikroskopis

Ginjal terletak pada bagian belakang abdomen atas, di belakang peritoneum, di depan dua iga terakhir, dan tiga otot besar-transversus abdominis, kuadratus lumborum, dan psoas mayor (Wilson,2006a).

Panjang ginjal orang dewasa antara 10-13 cm, dan tebal ginjal orang dewasa antara 5-7 cm. Ukuran ginjal tidak dibedakan menurut bentuk dan ukuran tubuh, melainkan ditentukan oleh jumlah nefron yang dimilikinya (Pearce, 2004). Masing-masing ginjal beratnya sekitar 150 gram dan besarnya seukuran kepalan tangan (Guyton dan Hall, 2007).

Sisi medial setiap ginjal merupakan daerah lekukan yang disebut hilum. Hilum merupakan tempat lewatnya arteri dan vena renalis, cairan limfatik, suplai darah, dan ureter yang membawa urin akhir dari ginjal ke kandung kemih. Struktur dalam ginjal yang rapuh dilindungi oleh kapsul fibrosa yang melingkupinya (Guyton dan Hall, 2007)

Ginjal yang dipotong longitudinal akan memperlihatkan dua daerah yang berbeda, korteks di bagian luar dan medula di bagian dalam (Wilson, 2006).

Di dalam korteks dan medula banyak terdapat nefron dan di dalam medula juga banyak terdapat duktuli ginjal. Nefron adalah unit fungsional terkecil dari ginjal yang terdiri atas, tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distalis, dan duktus koligentes (Purnomo, 2009).

Medula terbagi menjadi bagian segitiga yang disebut piramida ginjal. Dasar dari setiap piramida dimulai pada perbatasan antara korteks dan medula serta berakhir di papila, yang menonjol ke dalam ruang pelvis ginjal, yaitu sambungan dari ujung ureter bagian atas yang berbentuk corong. Batas luar pelvis terbagi menjadi kantong-kantong dengan ujung terbuka yang disebut kalises mayor, yang meluas ke bawah dan terbagi menjadi kalises minor, yang mengumpulkan urin dari tubulus setiap papila. (Guyton dan Hall, 2007).

Sirkulasi utama ginjal berasal dari arteri renalis yang merupakan cabang dari aorta abdominalis skeletopis vertebra lumbalis II. Masing-masing arteri renalis biasanya bercabang menjadi arteriae segmentales yang masuk ke dalam hilum renale, empat di depan dan satu di belakang pelvis renalis. Arteriae ini mendarahi segmen atau area renalis yang berbeda. Arteriae lobares berasal dari arteria segmentalis, masing-masing satu buah untuk satu pyramid renalis.

Sebelum masuk substansia renalis, setiap arteria lobaris mempercabangkan dua atau tiga arteriae interlobares. Arteriae interlobares berjalan menuju korteks di antara pyramides renales. Pada perbatasan korteks dan medula renalis, arteriae interlobares bercabang menjadi arteriae arcuatae yang melengkung di atas basis pyramides renales. Arteriae arcuatae mempercabangkan sejumlah arteriae interlobulares yang berjalan ke atas di dalam korteks. Arteriolae aferen glomerulus merupakan cabang arteriae interlobulares.

Selanjutnya, sistem venosa di ginjal memvaskularisasi bagian yang sama dengan sistem arterinya. Vena renalis keluar dari hilum renale di depan arteria renalis dan mengalirkan darah ke vena cava inferior (Snell, 2006).

Fungsi Ginjal

Fungsi utama ginjal adalah fungsi ekskresi dan fungsi regulasi. Fungsi ekskresi yakni, membuang produk sisa metabolisme yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh.

Fungsi regulasi dilakukan ginjal untuk mengontrol volume dan komposisi cairan tubuh (Guyton dan Hall, 2007).

Menurut Mutschler (2001), ginjal menjalankan fungsi multipel antara lain:

  1. Ekskresi zat-zat metabolisme melalui urin, misalnya urea dan kreatinin.
  2. Pengaturan kebutuhan air dan elektrolit serta keseimbangan asam basa.
  3. Pengaturan (hormonal) volume cairan ekstra sel dan tekanan darah arteri.
  4. Sintesis eritropoetin dan dengan demikian mempengaruhi
    pembentukan eritrosit.
  5. Hidroksilasi 25-hidroksi-kolekalsiferol menjadi 1,25-dihidroksikolekalsiferol yang berperan pada metabolisme kalsium dan fosfat.

Fungsi spesifik yang dilakukan oleh ginjal, yang sebagian besar ditujukan untuk mempertahankan kestabilan lingkungan cairan internal, yaitu:

  1. mempertahankan keseimbangan H2O dalam tubuh,
  2. mengatur jumlah dan konsentrasi sebagian besar ion cairan ekstrasel,
  3. memelihara volume plasma yang sesuai dengan mengatur keseimbangan garam dan H2O,
  4. membantu memelihara keseimbangan asam-basa tubuh dengan menyesuaikan pengeluaran H+ dan HCO3 – melalui urin,
  5. memelihara osmolaritas berbagai cairan tubuh,
  6. mengekskresikan (eliminasi) produk-produk sisa (buangan) dari metabolisme tubuh, misalnya asam urat, urea, dan kreatinin,
  7. mengekskresikan banyak senyawa asing,
  8. mensekresikan eritropoietin,
  9. mensekresikan renin,
  10. mengubah vitamin D menjadi bentuk aktifnya (Sherwood, 2001)