Berbagai macam produk yang ditawarkan oleh bank, salah satu investasi yang diminati oleh masyarakat umum adalah deposito berjangka. Saat ini deposito berjangka masih menjadi pilihan yang baik bagi para deposan untuk menanamkan modalnya. Deposito berjangka adalah salah satu bentuk simpanan uang yang hanya bisa ditarik oleh deposan sesuai dengan jangka waktu tertentu dan telah disepakati dengan bank. Deposito berjangka tergolong simpanan jangka panjang karena jangka waktu yang ditawarkan untuk mengambil uang yaitu 1 , 3, 6, 12, 18, dan 24 bulan.

deposito

Deposito berjangka di terbitkan atas nama lembaga maupun perorangan artinya di dalam bilyet deposito tercantum nama seorang ataupun lembaga. Setiap deposan diberikan bunga yang besarnya sesuai dengan berlakunya bunga pada saat deposito berjangka di buka. Pencairan bunga deposito dapat dilakukan setiap bulan atau setelah jatuh tempo, sering disebut jatuh tempo. Penarikan dapat dilakukan secara tunai ataupun non tunai (pemindahbukuan ). Kepada setiap deposan di kenakan pajak terhadap bunga yang diterimanya.

Penarikan deposito sebelum jatuh tempo untuk bank tertentu dikenakan penalty rate (denda). Selain itu, untuk menarik minat para deposan biasanya bank menyediakan berbagai intensif atau bonus. Insentif diberikan untuk jumlah nominal tertentu biasanya dalam jumlah yang besar. Insentif dapat berupa special rate (bunga lebih tinggi dari bunga yang berlaku umum) maupun insentif lainnya, seperti hadiah atau cendramata, insentif juga diberikan kepada nasabah yang loyal terhadap bank tersebut.

Pengertian Deposito

Deposito berjangka menurut Pasal I Undang-Undang Perbankan No.14/1967 adalah simpanan dana pihak ketiga kepada yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak ketiga dan bank yang bersangkutan.

Jenis mata uang deposito berjangka yang umum diterima oleh bank adalah rupiah dan dollar amerika.

Manfaat adanya deposito bagi bank dan masyarakat yaitu :

Bagi bank

  1. Salah satu sumber dana utama bagi bank yang relatif mudah di dapat dari masyarakat.
  2. Mengingat masa jatuh temponya sudah ditentukan pada saat awal, maka bank dapat mengelola atau mengalokasikan dana tersebut secara optimal.
  3. Mengingat deposito berjangka adalah produk bank yang menarik bagi masyarakat, maka deposito berjangka dapat dipergunakan oleh bank sebagai saran pemasaran bank untuk diperkenalkan dan menjual produk-produk yang lain.

Bagi masyarakat

  1. Tingkat bunga tinggi.
  2. Tempat penyimpanan dana yang aman serta menguntungkan.

Menurut Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono (2002:193-204), mengenai deposito berjangka yang meliputi pengertian deposito, jenis deposito, jangka waktu deposito, pembukaan rekening deposito, penerimaan setoran deposito, pengambilan bunga deposito, suku bunga deposito, bilyet deposito hilang, penempatan deposito oleh bank/LKBB, perpanjangan deposito dan pph atas bunga deposito. Pengertian deposito berjangka adalah simpanan berjangka yang dikeluarkan oleh Bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan jangka waktu yang telah dijanjikan sebelumnya.

Pasar sasaran (target market) deposito adalah seluruh lapisan masyarakat, baik perorangan maupun non perorangan.

Jenis-jenis Deposito

Deposito dibedakan menjadi dua macam yaitu :

  1. Deposito berjangka
  2. Sertifikat deposito

Perbedaan dari deposito berjangka dan sertifikat deposito adalah :

Dilihat dari pembayaran bunga

Pembayaran bunga deposito berjangka dilakukan setiap tanggal jatuh tempo bunga/pokok, sedangkan pembayaran bunga sertifikat deposito dilakukan pada saat pembukaan rekening (discounted).

Dilihat dari pemindahan hak

Deposito berjangka dalam pemindahan hak tidak dapat dipindahtangankan, sedangkan sertifikat deposito dalam pemindahan hak dapat dipindah-tangankan.

Dilihat dari kepemilikan

Kepemilikan deposito berjangka berdasarkan atas nama, sedangkan kepemilikan sertifikat deposito berdasarkan atas tunjuk.

Dilihat dari perhitungan bunga

Perhitungan bunga deposito berjangka dilakukan secara tidak discounted, sedangkan perhitungan bunga deposito berjangka dilakukan secara discounted.

Jangka Waktu Deposito

Pada umumnya bank-bank menawarkan Deposito dengan jangka waktu sebagai berikut :

  1. Jangka waktu 1 bulan
  2. Jangka waktu 3 bulan
  3. Jangka waktu 6 bulan
  4. Jangka waktu 12 bulan
  5. Jangka waktu 18 bulan
  6. Jangka waktu 24 bulan

Penetapan bunga untuk setiap jangka waktu ditetapkan masing-masing bank sesuai dengan perhitungan kondisi bunga di pasar. Hal ini jika diperhitungkan bunga yang akan datang cenderung menurun, maka penetapan bunga pasar yang akan datang cenderung meningkat, maka penetapan bunga untuk jangka waktu yang lebih panjang lebih tinggi.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat menempatkan depositonya dengan jangka waktu yang paling panjang, dengan demikian bila terjadi kenaikan bunga deposito, maka bank akan tetap memelihara deposito tersebut dengan bunga seperti pada saat pembukaan.