Perbankan merupakan suatu badan usaha yang mendasari adanya kegiatan transaksi keuangan secara domestik maupun internasional. Perbankan telah mendorong tumbuhnya perekonomian suatu negara dengan semakin banyaknya masyarakat yang memilih melakukan penanaman modal atau investasi seperti tabungan, deposito, giro maupun sejenisnya.

Pengertian Bank

Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran (Bank Indonesia, 2004:5).

Jenis-jenis bank

Bank menurut Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 Perubahan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Fungi Bank Umum

Menurut Julius R. Latumaerissa (2011:135-136), ada 3 (tiga) fungsi bank umum yaitu :

1. Agen of Trust

Fungsi ini menunjukkan bahwa aktivitas intermediasi yang dilakukan oleh dunia perbankan berdasarkan asas kepercayaan, dalam pengertian bahwa kegiatan pengumpulan dana yang dilakukan oleh bank tentu harus didasari rasa percaya dari masyarakat atau nasabah terhadap kredibilitas dan eksistensi dari masing-masing bank, karena tanpa rasa percaya masyarakat tidak akan menitipkan dananya di bank yang bersangkutan. Kepercayaan itu berkaitan dengan masalah keamanan dana masyarakat yang ada di setiap bank.

2. Agen of Development

Fungsi ini sangat berkaitan dengan tanggung jawab bank dalam menunjang kelancaran transaksi ekonomi yang dilakukan oleh setiap pelaku ekonomi. Berdasarkan kegiatan ekonomi telah kita ketahui bahwa kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisah. Semua kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan uang sebagai alat pembayaran, alat kesatuan hitung, dan alat pertukaran.

Karena hal itu, maka bank sebagai lembaga keuangan tentu mempunyai peran yang sangat strategis, sehingga dari aspek ini bank berfungsi untuk menjembatani semua kepentingan pelaku ekonomi dalam transaksi ekonomi yang dilakukan.

3. Agent of Service

Industri perbankan adalah lembaga yang bergerak di bidang jasa keuangan maupun jasa non keuangan. Bank sebagai lembaga keuangan, disamping memberikan pelayanan jasa keuangan sebagaimana kegiatan intermediasi yang selalu dilakukan, maka bank juga turut serta dalam memberikan jasa pelayanan yang lain seperti jasa transfer (payment order), jasa kontak pengaman (safety box), jasa penagihan, atau inkaso (collection) yang saat ini telah mengalami perubahan dengan nama city clearing. Bank tidak hanya dipahami dalam kedudukannya sebagai lembaga intermediasi semata-mata, tetapi juga memiliki fungsi-fungsinlainnya.

Jenis-jenis Bank

Menurut Martono (2002:28-31), terdapat beberapa jenis bank antara lain :

1. Dilihat dari aspek fungsinya.

Sesuai dengan Undang-undang Pokok Perbankan Nomor 14 Tahun 1967, jenis bank menurut fungsinya terdiri atas :

  1. Bank Umum
  2. Bank Pembangunan
  3. Bank Tabungan
  4. Bank Pasar
  5. Bank Desa
  6. Bank Lumbung Desa

Menurut Undang-undang Pokok Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dan ditegaskan lagi dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998, bank dikategorikan menjadi dua jenis yaitu :

  1. Bank Umum
  2. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

2. Dilihat dari aspek kepemilikannya

Berdasarkan dari aspek kepemilikannya dalam arti siapa yang memiliki bank tersebut yang dapat dilihat dari akte pendiriannya dan berapa jumlah saham yang dimiliki.

Dilihat dari kepemilikannya jenis bank terdiri dari :

a. Bank milik pemerintah

Pada bank ini akte pendirian dan sahamnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga keuntungan yang diperolehnya juga dimiliki oleh pemerintah. Pada saat ini bank milik pemerintah terdiri dari :

  • Bank Negara Indonesia 1946 (BNI)
  • Bank Rakyat Indonesia (BRI)
  • Bank Tabungan Negara (BTN)
  • Bank Mandiri

Bank milik daerah yang tersebar di setiap propinsi, antara lain :

  • BPD DKI Jakarta
  • BPD Jawa Barat
  • BPD Sumatera Selatan
  • BPD Sumatera Utara
  • BPD Maluku

b. Bank milik swasta nasional

Pada jenis bank ini akte pendirian, saham dan pembagian keuntungan yang diperoleh juga dimiliki oleh swasta nasional.

Beberapa bank milik swasta nasional antara lain :

  • Bank Central Asia
  • Bank Bumi Putera
  • Bank Muamalat
  • Bank Danamon
  • Bank Lippo
  • Bank Internasional Indonesia

c. Bank milik koperasi

Pada jenis bank ini akte pendirian dan sahamnya dimiliki oleh koperasi yang berbadan hukum. Contoh bank yang dimiliki koperasi : Bank Bukopin.

d. Bank milik swasta asing

Bank ini merupakan cabang dari bank yang sahamnya dimiliki oleh swasta asing maupun pemerintah asing. Kantor pusat yang berada di luar negeri dan perolehan keuntungan juga dimiliki swasta asing. Beberapa bank swasta asing antara lain :

  • Deutche Bank
  • American Expres Bank
  • Bank of Tokyo
  • City Bank
  • Hongkong Bank
  • Bangkok Bank

e. Bank campuran

Pada jenis bank ini sahamnya dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional. Kepemilikan sahamnya secara mayoritas dipegang oleh warga negara Indonesia. Beberapa bank campuran antara lain :

  • Bank Merincorp
  • Bank Sakura Swadarma
  • Inter Pacific Bank
  • Sanwa Indonesia Bank
  • Mitsubishi Bank
  • Sumitomo Niaga Bank

3. Dilihat dari aspek status

Pada jenis bank ini dilihat dari kemampuannya dalam melayani masyarakat. Status dan kedudukan bank diukur dari kemampuannya melayani masyarakat yang terdiri dari jumlah produk yang ditawarkan, modal, serta kualitas pelayanannya.

Dilihat statusnya terdiri dari :

a. Bank Devisa

Bank devisa merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi keluar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing, misalnya transfer keluar negeri, inkaso keluar negeri, travelers cheque, pembukaan dan pembayaran letter of credit dan transaksi lainnya. Persyaratan untuk menjadi bank devisa ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Beberapa bank devisa antara lain :

  • Bank Bali
  • Bank Central Asia
  • Bank Danamon
  • Bank Internasional Indonesia
  • Bank Lippo

b. Bank non Devisa

Bank non devisa merupakan bank yang belum memiliki izin untuk melaksanakan transaksi keluar negeri seperti yang telah dilakukan oleh bank devisa. Kegiatan yang dilakukan oleh bank ini meliputi transaksi dalam negeri.

Beberapa bank non devisa antara lain :

  • Bank Niaga
  • Bank NISP
  • Bank Nusantara Parahayang

4. Dilihat dari aspek cara menentukan harga

Jenis bank dilihat dari cara menetapkan harga baik harga beli maupun harga jual dapat dibagi dua, yaitu :

a. Bank Konvensional

Sebagian terbesar bank yang berkembang di Indonesia melaksanakan prinsip perbankan konvensional, sedangkan dalam operasinya jenis bank ini menggunakan prinsip konvensional yang menggunakan dua metode, yaitu :

  • Menetapkan bunga sebagai harga, baik untuk produk simpanan seperti giro, tabungan, deposito berjangka, maupun produk pinjaman (kredit) yang diberikan berdasarkan tingkat bunga tertentu.
  • Jasa-jasa bank lainnya, pihak bank menggunakan atau menerapkan berbagai biaya dalam nominal atau prosentase tertentu. Sistem penetapan biaya ini disebut fee based.

b. Bank Syariah

Bank syariah (bank bagi hasil) merupakan bank yang beroperasi dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Bank syariah dalam operasinya, baik dalam kegiatan penghimpunan dana dari masyarakat maupun dalam penyaluran dana kepada masyarakat bank syariah menetapkan harga produk yang ditawarkan berdasarkan prinsip jual beli dan bagi hasil.