Pengertian Komitmen Organisasi


Beberapa penelitian menghasilkan hubungan yang signifikan antara kepemimpinan transformasional dalam memfungsikan suatu organisasi. Dalam menentukan efektivitas organisasi, hal yang sangat dibutuhkan adalah kepemimpinan transformasional, karena dengan adanya pemimpin transformasional, mereka mampu meningkatkan motivasi kerja, kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan kinerja dari para pengikutnya. Ketika pemimpin transformasional sekarang ini bekerja secara ideologis dan membenarkan nilai-nilai dari bawahan, maka bawahan melihat pekerjaan mereka lebih berarti dan lebih ekspresif, dimana persepsi ini akan memperlihatkan peningkatan motivasi, prestasi kerja, kinerja, dan kepuasan kerja.

Komitmen organisasi adalah usaha mengidentifikasikan diri dan melibatkan diri dalam organisasi dan berharap tetap menjadi anggota organisasi (Robbins, 2001 : 67). Robbins memandang komitmen terhadap organisasi merupakan salah satu sikap kerja. Karena ia merefleksikan perasaan seseorang (suka atau tidak suka) di dalam organisasi dimana mereka bekerja. Robbins mendefinisikannya sebagai suatu orientasi individu terhadap organisasi yang mencakup loyalitas, identifikasi dan keterlibatan. Mowday etal. dalam Fajariyanti (2003) menyatakan bahwa komitmen organisasial merupakan itikad yang kuat seseorang untuk terlibat dalam suatu organisasi, yang terdiri dari :

  1. Keyakinan yang sungguh-sungguh akan tujuan dan nilai-nilai organisasi.
  2. Kemauan untuk berusaha dan berbuat sesuatu demi kepentingan organisasi.
  3. Keinginan yang kuat untuk terus menjadi anggota organisasi.

Luthans (1995:148) mendefinisikan komitmen organisasi sebagai sikap yang berkaitan dengan loyalitas pekerja terhadap organisasi dan merupakan proses yang berkelanjutan pada anggota organisasi untuk mengungkapkan perhatiannya pada organisasi dan hal tersebut berlanjut pada kesuksesan dan kesejateraan. Di sisi lain, Davis dalam Fajariyanti (2003) mengungkapkan bahwa karyawan yang komit secara organisasi akan memperlihatkan rekaman kehadiran yang baik dan kemauan untuk taat terhadap kebijaksanaan organisasi dan tingkat turnover karyawa yang rendah.

Pengertian Komitmen Organisasi

Komitmen organisasi penting untuk dipahami dan diciptakan. Terjadinya komitmen individu dalam setiap jajaran dan tingkatan organisasi berkaitan dengan sikap keberpihakan personil untuk menyatu dengan tujuan dan sasaran serta sesuai dengan nilai organisasi. Dengan demikian, setiap pengelola organisasi memiliki kepentingan untuk melakukan langkah-langkah strategis untuk menciptakan komitmen personil organisasi dalam mencapai efektivitas perilaku dan kinerja organisasi.

Komponen Komitmen Organisasi


Menurut Allen dan Mayer dalam Utomo (2002), ada tiga komponen dalam komitmen organisasi, yaitu :

a. Affective
Menunjukkan keinginan karyawan untuk terlibatkan diri dan mengidentifikasikan diri dengan organisasi karena adanya kesesuaian nilai-nilai dalam organisasi. Orang yang tingkat afektifnya tinggi, ingin tinggal dalam organisasi mereka karena percaya organisasi akan membantu dan mau mendorongnya dalam misi organisasi.

Menarik dibaca: Pengertian Kepuasan Kerja

b. Continuance
Komitmen yang timbul karena adanya kekhawatiran terhadap kehilangan manfaat yang diperoleh dari organisasi. Komitmen ini merupakan kekuatan dari keinginan seseorang untuk terus bekerja bagi suatu organisasi karena ia membutuhkannya dan tidak bisa meninggalkan organisasi. Kekuatan ini ada karena mereka percaya bahwa organisasi terlalu mahal untuk ditinggalkan.

c. Normative
Komitmen yang muncul karena karyawan merasa berkewajiban untuk tinggal dalam organisasi. Mereka yang tinngi tingkat normatifnya, sangat mempertimbangkan apa alasan dari mereka yang meninggalkan/keluar dari organisasi.

Faktor-faktor Yang Menentukan Komitmen Organisasi

Menurut Mowday et.al dalam Fajariyanti (2003) menyatakan sejumlah faktor yang meningkatkan komitmen, yaitu :

a. Faktor personal
Faktor-faktor personal melilputi harapan terhadap pekerjaan, karakteristik personal, dan faktor pemilihan pekerjaan.

b. Faktor organisasional
Faktor-faktor organisasional meliputi pengalaman pertama dalam bekerja, keleluasaan pekerjaan, supervisi dan konsistensi tujuan. Keempat komponen itu kemudian membentuk rasa tanggung jawab karyawan.

c. Faktor non organisasional.
Faktor non organisasioanal yang turut menentukan tingkat komitmen adalah ketersediaan pekerjaan alternatif. Semakin banyak alternatif pekerjaan, semakin rendah tingkat komitmen organisasional seseorang.

Konsekuensi Komitmen Organisasi

Konsekuensi komitmen organisasi versi Minner J.B dalam Cholil & Riani (2003) diantaranya adalah :

a. Organizational outcome
Yaitu berkaitan dnegan tingkat perputaran tenaga kerja, absentisme, produktivitas, kualitas, dan kuantitas output.

b. Individual Significance
Yaitu adanya kohesivitas antara identitas individu dengan identitas kelompok dan organisasi mendorong terjadinya pemuncakan secara optimal kontribusi, partisipasi, dan akhirnya prestasi. Disamping itu dapat terjadi kebersamaan pengembangan karier seiring pengembangan organisasi.

Salah satu usaha untuk mencapai tujuan perusahaan adalah adanya partisipasi seluruh karyawan yang diwujudkan dalam suatu bentuk yang disebut komitmen organisasional. Komitmen organisasional merupakan aspek penting dalam kehidupan perusahaan, dimana masing-masing karyawan sebagai individu terlibat dalam organisasi perusahaan dan turut memberikan kontribusinya. Gibson et.al dalam Utomo (2002) mendefinisikan komitmen organisasi sebagai identifikasi rasa, keterlibatan loyalitas yang ditampakkan oleh pekerja terhadap organisasi.

Dengan adanya komitmen organisasi dan kepuasan kerja yang tinggi maka seorang pekerja akan mau dan mampu melakukan the extra role dimana hal itu sangat terkait dengan kepemimpinan yang ada di dalam organisasi.Dengan demikian, setiap pengelola organisasi memiliki kepentingan untuk melakukan langkah-langkah strategis untuk menciptakan komitmen personil organisasi guna mencapai efektivitas perilaku dan kinerja organisasi.