Pengertian Lingkungan Kerja

Dalam suatu perusahaan, baik itu perusahaan besar maupun kecil sudah dapat dipastikan akan membentuk suatu lingkungan tersendiri. Adapun lingkungan tersebut terbentuk sebagai akibat adanya sekelompok manusia yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Lingkungan yang terbentuk dari adanya kegiatan manusia tersebut disebut dengan lingkungan kerja.

Untuk lebih jelasnya pengertian dari lingkungan kerja ini dikemukakan oleh pendapat-pendapat berikut. Menurut Agus Ahyari (1986:126) : “Lingkungan kerja dalam hal ini adalah merupakan suatu lingkungan di mana para karyawan itu bekerja”. A. A. Gondokusumo (1983:34) : ” Lingkungan kerja adalah lingkungan abstrak dan kongkrit yang meliputi atau mengelilingi seorang pekerja”. Lebih lanjut dikemukakan oleh Alex S. Nitisemito (1991:183) : “Yang disebut lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya”.

pengertian lingkungan kerja

Dari ketiga pendapat di atas, kiranya dapat diambil pengertian lingkungan kerja, bahwa yang dimaksud dengan lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para karyawan baik yang bersifat fisik maupun non fisik yang dapat mempengaruhi kegiatan di mana para karyawan tersebut bekerja.

Pentingnya Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja di dalam suatu perusahaan sangat penting untuk diperhatikan, karena dalam mencapai tujuan organisasi tidak akan dapat dilakukan dengan efektif apabila tidak didukung dengan lingkungan kerja yang memuaskan.

Menarik juga: pengertian komitmen organisasi

Meskipun lingkungan kerja tidak sebagai peralatan yang secara langsung memproses input menjadi output namun pengaruh lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap para karyawan yang bekerja di dalamnya. Dengan kata lain, lingkungan kerja dalam suatu perusahaan akan mempunyai pengaruh langsung terhadap karyawan yang melaksanakan tugas perusahaan dan secara tidak langsung akan mempengaruhi prestasi kerja karyawan dalam perusahaan tersebut.

Indikator Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja dari suatu perusahaan merupakan lingkungan di mana para karyawan melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari dan pengaruh-pengaruhnya terhadap kegiatan karyawan tersebut dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya terhadap beberapa aspek pembentuk lingkungan kerja yang mempengaruhinya. Adapun pembentuk lingkungan kerja itu menurut Agus Ahyari (1986:128) : “Adapun beberapa bagian tersebut adalah pelayanan karyawan, kondisi kerja dan hubungan karyawan di dalam perusahaan yang bersangkutan”. Menurut A. A. Gondokusumo (1983) lingkungan kerja mencakup dua hal pokok yaitu :

Dari pihak pimpinan
a. Kebijaksanaan, program, prosedur dan pedoman
b. Syarat-syarat kerja
c. Alat-alat kerja dan persediaann bahan
d. Tempat kerja
e. kepemimpinan

Dari pihak karyawan
a. Semangat (morale)
b. Kerja sama dan kelompok
c. Kesediaan saling membantu
d. Prestasi dan produktivitas karyawan lainnnya.

Kemudian lebih lanjut mengenai aspek lingkungan kerja ini dikemukakan oleh : Nawawi dan Martini (1990) : Lingkungan kerja terdiri dari dua dimensi. Pertama berupa dimensi lingkungan fisik yang bersifat nyata. Lingkungan ini berkenaan dengan kondisi tempat/ruang (jika ada dalam ruang) dan kelengkapan material/peralatan yang diperlukan antara lain berupa kebersihan, penerangan, ventilasi, warna dinding dan langit-langit, tata ruang (terutama pengaturan meja, kursi kerja dan lemari), tumpukan kertas, peralatan kerja yang cukup terawat dan sebagainya. Di samping kondisi fisik lingkungan kerja tidak kalah pentingnya kondisi non fisik, terutama berupa suasana sosial atau pergaulan antar personal di lingkungan unit kerja masing-masing atau dalam keseluruhan organisasi kerja. (h. 173 – 174).

Apabila dikembalikan pada pengertian dari lingkungan kerja, yaitu faktor fisik dan non fisik, maka dari pendapat-pendapat ahli tersebut di atas dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok utama dan sekaligus sebagai indikator dari lingkungan kerja yaitu :

  1. Lingkungan kerja fisik, yang terdiri dari : Kondisi tempat/ruangan kerja (penerangan, suhu, kebisingan suara, kebersihan dan kerapian), Tata ruang dan peralatan.
  2. Lingkungan kerja non fisik, yang terdiri dari : Komunikasi dan kerja sama, Pelaksanaan prosedur keselamatan kerja.