Pengertian Pendidikan Jasmani

Pendidikan jasmani adalah disiplin akademik yang bersifat interdisiplin pengembangannya tergantung dari ilmu yang menopang (psikologi, kesehatan filsafat, pengajaran, pendidikan dan sebagainya). Untuk bisa mengoptimalkan pendidikan jasmani sebagai disiplin ilmu, persyaratan mutlak yang harus dikerjakan adalah insan akademik pendidikan jasmani untuk mengeksplorasi ilmu-ilmu penyangga, sebab tanpa menguasi ilmu penyangga pendidikan jasmani akan semakin jauh tertinggal , sebab pengembangan konsep dan teori ilmu penyangganya maju dengan pesat. Ilmu pendidikan adalah salah satu penyangga pendidikan jasmani, teoritis ataupun praktis. Pengajaran jasmani tidak akan berkembang tanpa mengikuti perkembangan ilmu pendidikan. Demikian juga ilmu pendidikan tidak akan berkembang tanpa mengikuti perkembangan teori belajar.

Pangrazi dan Daure (1992) dalam Adang Suherman dan Agus Mahendra (2001 : 6-7) berpendapat “Pendidikan jasmani merupakan bagian dari program pendidikan umum yang memberi kontribusi, terutama melalui pengalaman gerak, terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh. Pendidikan jasmani didefinisikan sebagai pendidikan gerak dan pendidikan melalui gerak, dan harus dilakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan definisi tersebut”.

Menarik Juga: Pengertian Majas

Menurut Ditjen, Dikdasmen, Depdiknas (2003 : 2) “Pendidikan jasmani adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Lingkungan belajar diatur secara saksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan pelaksanaan seluruh ranah, jasmani, psikomotor, kognitif, dan afektif setiap siswa”.

Pengertian Permainan Bola Basket

Bola basket adalah suatu permainan yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing terdiri atas lima orang pemain. (Muhajir, 2007 : 11). Tujuannya adalah setiap regu berusaha memasukkan bola ke dalam keranjang/basket lawan untuk menghasilkan angka sebanyak-banyaknya dalam waktu yang ditentukan. Bola dimainkan oleh tangan dengan cara didorong, dilempar, digiring dan digelindingkan ke segala arah dalam permainan sesuai dengan peraturan yang ditentukan.

Permainan bola basket diciptakan oleh Dr. James A. Naismith pada tahun 1891 dari Amerika Serikat. Atas desakan dari Dr. Luther Halsey Gulick seorang sekretaris nasional YMCA (Young Men Christian Association) bagian pendidikan jasmani dari Springfield College di Massachusettes, Amerika Serikat untuk membuat permainan baru dengan syarat dapat dimainkan di dalam gedung, mudah dipelajari dan menarik. Pada mulanya Dr. James A. Naismith menggunakan keranjang buah persik sebagai sasaran untuk melemparkan atau memasukkan bola. Dari asal keranjang buah persik inilah berawal nama “Basketball” yang sekarang terkenal di seluruh dunia. Pada tahun 1924 bola basket didemonstrasikan dalam olimpiade di Perancis. Pada tanggal 12 Juni 1932 atas prakarsa Dr. Elmer Beny, direktur sekolah olahraga di Jenewa, Argentina, Cekoslowakia, Yunani, Italia, Portugal, Rumania dan Swiss untuk pertama kalinya berlangsung kongres bola basket di Jenewa, Swiss. Dalam konferensi tersebut terbentuk Federation International De Basket Ball Amateur (FIBA) dengan Leon Bouffard sebagai presidennya dan William Jones sebagai sekretaris jenderalnya. (Muhajir, 2007 : 12-13)

Bola basket masuk ke Indonesia dibawa oleh para perantau dari Cina. Pada PON I di Surakarta tahun 1948 bola basket telah masuk dalam acara pertandingan. Pada tahun 1951, Maladi selaku sekretaris komite olimpiade Indonesia menunjuk Tonny When dan Wim Latumeten untuk mengorganisir perbolabasketan Indonesia. Pada tanggal 23 Oktober 1951 berdirilah Persatuan Basketball Indonesia (PERBASI) dengan Tonny When sebagai ketua dan Wim Latumeten sebagai sekretaris. Pada tahun 1953, PERBASI diterima sebagai anggota FIBA dan tahun 1955 perpanjangan PERBASI diubah menjadi Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia. Dan permainan bola basket berkembang pesat dan banyak sekali peminatnya dengan banyaknya klub-klub dan kompetisi baik lokal maupun internasional.

Lapangan Bola Basket

Permaianan bola basket dilakukan di atas lapangan keras persegi panjang bebas dari segala rintangan, dengan ketentuan :

  • Panjang 28 m, lebar 15 m diukur dari bagian sebelah dalam garis batas lapangan dan bila di dalam ruangan tingginya sekurang-kurangnya 7 meter dan hendaknya mendapat penerangan yang cukup merata. Lapangan harus ditandai dengan garis batas yang jelas berjarak 2 meter dari rintangan yang ada disekeliling lapangan. Garis-garis batas tersebut dibuat sejelas-jelasnya dengan tebal 5 cm,
  • Garis lingkaran tengah berjari-jari 1,80 meter, tepat berada ditengah-tengah lapangan dan diukur dari titik pusat sampai sebelah luar garis lingkaran,
  • Garis tengah dibuat sejajar dengan garis akhir, menghubungkan kedua titik tengah garis samping dan tiap ujungnya melewati garis pinggir sejauh 15 cm, dan
  • Garis lengkung atau daerah tembakan lapangan bernilai 3 angka dengan jari-jari 6,35 meter dengan titik pusat tepat berada tegak lurus di bawah titik tengah keranjang. Titik tengah dengan garis berjarak 1,575 meter dan kedua ujung garis lengkung sepanjang 1,575 meter pula.
Ukuran Lapangan Bola Basket

Ukuran Bola

Bola yang dipakai harus bundar, terdiri dari bola dalam yang terbuat dari karet dan bola luar yang terbuat dari bahan kulit atau kulit imitasi. Bola luar berwarna satu atau berkotak-kotak warna dua. Lingkaran bola 68 – 71 cm. Bola harus dipompa keras pada awal pertandingan beratnya antara 425 – 475 gram.

Papan pantul dan keranjang.


Ketentuan papan pantul dalam permainan bola basket dapat dirinci senagai berikut :

  1. Papan pantul dari kayu keras atau dari bahan tembus pandang yang kerasnya sama setebal 3 cm, panjang 180 cm dan tebal 120 cm. Permukaannya rata dan bila tidak tembus pandang harus berwarna putih. Permukaan dibelakang ring dibuat petak persegi panjang dengan ukuran 59 cm dan tinggi 45 cm dengan tebal garis 5 cm. Papan pantul ini dipasang kokoh di tiap-tiap akhir lapangan tegak lurus dengan lantai sejajar dengan garis akhir dan jaraknya dari lantai 2,75 meter dari bagian bawah papan,
  2. Keranjang terdiri dari simpai (ring) terbuat dari besi yang keras, garis tengahnya 45 cm dan berwarna jingga. Garis tengah logam simpai 20 mm dengan sedikit tambahan alat kecil yang dipasang dibagian bawah simpai untuk memasukkan atau memasang jala. Simpai dipasang kokoh pada papan pantul dan terletak 3,05 meter dari simpai ke lantai. Dan jala terbuat dari tambang putih tergantung pada simpai dan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menahan bola sekejap bila bola masuk keranjang. Panjang jala 40 cm dengan garis tengah 45 cm.
Papan Pantul dan Keranjang