Pengertian Persepsi

Persepsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tanggapan atau penerimaan langsung dari sesuatu, serapan atau proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya. Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses pengideraan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensori. Namun prose situ tidak berhenti begitu saja, melainkan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya merupakan proses persepsi. Karena itu proses persepsi tidak dapat lepas dari proses penginderaan, dan proses penginderaan merupakan proses pendahulu dari proses persepsi. Stimulus yang diindera itu kemudian oleh individu diorganisasikan dan diinterpresentasikan, sehingga individu menyadari, mengerti tentang apa yang diindera itu, dan proses ini disebut persepsi.

Pengertian Persepsi Menurut Ahli

Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa persepsi itu merupakan pengorganisasian, penginterpretasian terhadap stimulus yang diinderanya sehingga merupakan sesuatu yang berarti, dan merupakan respon yang integrated dalam diri individu. Karena itu dalam penginderaan orang akan mengaitkan dengan stimulus, sedangkan dalam persepsi orang akan mengaitkan dengan objek. Dengan persepsi individu akan menyadari tentang keadaan di sekitarnya dan juga keadaan diri sendiri. Persepsi adalah proses dimana kita mengorganisasi dan menafsirkan stimulus dalam lingkungan (Atkinson, 1999).

Persepsi merupakan aktivitas yang integrated dalam diri individu, maka apa yang ada dalam diri individu akan ikut aktif dalam persepsi.

Berdasarkan hal tersebut, maka dalam persepsi dapat dikemukakan karena perasaan, kemampuan berpikir, pengalaman-pengalaman individu tidak sama, maka dalam mempersepsi sesuatu stimulus, hasil persepsi mungkin akan berbeda antara individu satu dengan individu lain. Persepsi itu bersifat individual (Walgito, 2004)

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan proses seseorang mengetahui informasi terhadap stimulus dengan menggunakan panca inderanya.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Persepsi terhadap suatu objek antara seseorang dengan yang lain akan sangat berlainan karena akan dipengaruhi oleh beberapa faktor sesuai dengan pendapat Baltus di dalam buku Walgito (2004) adalah seperti berikut :

  • Kemampuan dan keterbatasan fisik dari alat indera.
  • Kondisi lingkungan
  • Pengalaman masa lalu. Bagaimana cara individu untuk menginterpretasikan atau bereaksi terhadap suatu stimulus tergantung dari pengalaman masa lalunya.
  • Kebutuhan dan keinginan
  • Kepercayaan, prasangka dan nilai. Individu akan lebih memperhatikan dan menerima orang lain yang memiliki kepercayaan dan nilai yang sama dengannya. Sedangkan prasangka dapat menimbulkan bias dalam mempersepsi sesuatu.

Faktor-faktor yang berperan dalam persepsi ditambahkan oleh Walgito (2004) meliputi objek yang dipersepsi, alat indra, syaraf, pusat susunan syaraf dan perhatian penjelasannya adalah sebagai berikut :

a. Objek yang dipersepsi
Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor. Stimulus dapat datang dari luar individu yang mempersepsi, tetapi juga dapat datang dari dalam diri individu yang bersangkutan yang langsung mengenai syaraf penerima yang bekerja sebagai reseptor. Namun sebagian terbesar stimulus datang dari lura individu.

b. Alat indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf
Alat indera atau reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus. Di samping itu juga harus ada syaraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor ke pusat susunan syaraf, yaitu otak sebagai pusat kesadaran. Syaraf motoris diperlukan sebagai alat untuk mengadakan respon.

c. Perhatian
Proses menyadari atau mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian, yaitu merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek.

Individu yang satu dengan yang lain yang memiliki kemampuan panca indera yang sama baik belum tentu mempunyai persepsi terhadap suatu obyek sama baik. Individu yang memiliki persepsi lebih baik adalah individu yang mampu menganalisis informasi sensorik berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki. Selain itu juga karena lebih fokus dalam memperhatikan obyek yang dipersepsi dan mampu mensintesis serta mengkorelasikan dengan pengalamannya melalui proses penghayatan yang lebih baik. Sebaliknya, individu yang memiliki persepsi kurang baik, adalah individu yang kurang mampu dalam proses di atas (Atkinson,1999).

Proses Terjadinya Persepsi

Proses terjadinya persepsi dapat dijelaskan sebagai berikut. Objek menimbulkan stimulus, dan stimulus mengenai alat indera atau reseptor.

Stimulus yang diterima oleh alat indera diteruskan oleh syaraf sensoris ke otak. Proses ini yang disebut sebagai proses fisiologis. Kemudian terjadilah proses di otak sebagai pusat kesadaran sehingga individu menyadari apa yang dilihat, atau apa yang didengar, atau apa yang diraba. Proses yang terjadi dalam otak atau dalam pusat kesadaran inilah yang disebut sebagai proses psikologis.

Proses ini merupakan proses terakhir dari persepsi dan merupakan persepsi sebenarnya. Respon sebagai akibat dari persepsi dapat diambil oleh individu dalam berbagai macam bentuk. Jika individu menerima banyak stimulus maka perhatian berperan untuk menyeleksi stimulus mana yang akan mendapatkan respon individu untuk dipersepsi. (Walgito, 2004)