Pengertian VOIP

pengertian Voice Over Internet Protocol atau VoIP yang lain adalah teknologi yang memanfaatkan Internet Protocol untuk menyediakan komunikasi voice secara elektronis dan real-time. (Anton R. Raharja, 2006).

Pengertian VoIP yang merupakan kepanjangan dari Voice over Internet Protocol dikenal juga dengan sebutan IP telephony. Suatu sistem yang menggunakan jaringan internet untuk mengirimkan data paket suara dari suatu tempat ketempat yang lain menggunakan perantara protokol IP. VoIP juga dapat berfungsi sebagaimana telephon konvensional dan bisa menjalankan seluruh layanan telepon konvensional ditambah dengan berbagai layanan sebagai berikut : Voicemail, Instant Messaging, Presence, Video Conference, Webbased Control Panel diantaranya melihat tagihan (billing), melihat CDR (Call Data Record), konfigurasi pribadi (profiling). (Winarno Sugeng, 2008).

Perkembangan VOIP

Sejarah Perkembangan teknologi VoIP dimulai dari penemuan telepon pada tahun 1876 oleh Alexander Graham Bell. Kemudian dikembangkan lagi teknologi PSTN yang sudah berkembang sampai sekarang. Beberapa tahun kemudian mulai berkembang teknologi yang baru. Pembuatan Personal Computer (PC) secara massal, system komunikasi telepon selular dan terakhir system berdasarkan jaringan internet yang memberikan layanan e-mail, Chat dan lain-lain.

Teknologi VoIP diperkenalkan setelah internet mulai berkembang sekitar tahun 1995. Pada mulanya kemampuan mengirimkan suara melalui internet hanya merupakan eksperimen dari beberapa orang atau perusahaan kecil. Ini dimulai dengan perusahaan seperti Vocaltech dan kemudian pada akhirnya diikuti oleh Microsoft dengan program Netmeeting-nya. Pada saat itu jaringan komputer internet masih sangat lambat. Di rumah-rumah (khususnya di Amerika) masih digunakan dial-up dengan kecepatan 36,6 Kbyte.

Backbone Internet pun masih kecil. Aplikasi yang bersifat menghabiskan bandwidth, seperti misalnya suara atau video, masih sangat terbatas penggunaannya di pusat penelitian yang memiliki bandwidth besar.

Untuk di Indonesia komunitas pengguna / pengembang VoIP di masyarakat, berkembang di tahun 2000. Komunitas awal pengguna / pengembang VoIP adalah “VoIP Merdeka” yang dicetuskan oleh pakar internet Indonesia, Onno W. Purbo.

Teknologi yang digunakan adalah H.323 protocol multimedia melalui jaringan packet-based, yang merupakan teknologi awal VoIP.

Sentral VoIP Merdeka di hosting di Indonesia Internet Exchange (IIX) atas dukungan beberapa ISP dan Asossiasi Penyelenggara Jaringan Internet (APJII).

Di tahun 2005, Anton Raharja dan tim dari ICT Center Jakarta mulai mengembangkan VoIP jenis baru berbasis Session Initiation Protocol (SIP).

Teknologi SIP merupakan teknologi pengganti H.323 yang sulit menembus proxy server. Di tahun 2006, infrastruktur VoIP SIP di kenal sebagai VoIP Rakyat.(Neki,2009)

Keuntungan Menggunakan VOIP

Telepon menggunakan VoIP, banyak keuntungan yang dapat diambil. Diantaranya adalah dari segi biaya, jelas lebih murah dari tarif telepon tradisional, karena jaringan IP bersifat global sehingga untuk hubungan Internasional dapat ditekan hingga 70%. Selain itu, biaya maintenance dapat di tekan karena voice dan data network terpisah, sehingga IP Phone dapat ditambah, dipindah dan di ubah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang di sembarang ethernet dan IP address, tidak seperti telepon tradisional yang harus mempunyai port tersendiri di Sentral atau PBX. (Onno W. Purbo, 2007).

Komponen pembentuk VOIP

1. Perangkat Keras

a. Server

Komponen pembentuk VOIP untuk server adalah sebagai berikut:

1. Unit Komputer yang terhubung ke jaringan TCP/IP atau internet yang dilengkapi dengan kartu suara (sound card). Kebutuhan hardware minimal
untuk membangun server VoIP adalah sebagai berikut:
Tabel. 1. Kebutuhan Minimal Hardware

No Nama hardware Kapasitas
1 Harddisk 10 GB
2 Processor Pentium 3
3 RAM 218 MB

2. Headset lengkap dengan mokrofon dan speaker.
3. VGA Card untuk display minimal.
4. Webcam untuk display video.
5. Network Interface Card (NIC)

b. Client

Komponen pembentuk VOIP untuk client adalah sebagai berikut:

  1. Unit komputer/laptop yang terhubung dengan jaringan TCP/IP.
  2. Headset lengkap dengan mokrofon dan speaker.
  3. VGA Card untuk display minimal.
  4. Webcam untuk display video.
  5. Network Interface Card (NIC)

c. Perangkat Keras Tambahan

Perangkat keras tambahan untuk membentuk satu jaringan adalah sebagai berikut :
1. Kabel dan Konektor
Kabel yang digunakan adalah jenis UTP Cat-5, dan konektor RJ-45 untuk media koneksi.
2. Switch hub
Switch hub adalah perangkat keras yang berfungsi untuk menyatukan kabel-kabel network dari setiap workstation, server dan perangkat lain. Switch hub memiliki banyak clot connector tempat dipasangkan kabel yang dapat dipasang menurut nomor port dari card yang dituju.

2. Perangkat Lunak

a. Server

Menurut Winarno Sugeng, 2008. Komponen perangkat lunak yang dibutuhkan untuk pembentuk VOIP pada client adalah sebagai berikut:
1. Sistem Operasi linux, dalam hal ini menggunakan Ubuntu
2. Proxy, Proxy dapat juga disebut sebagai jembatan penghubung, karena VoIP akan dijalankan di Internet maka dibutuhkan proxy. Seperti proxy-proxy
server pada umumnya, tetapi ini khusus untuk kebutuhan VoIP. Untuk mengoperasikan proxy dibutuhkan softswicth. Versi softswicth open
source yang biasa digunakan adalah Asterisk. Sebagai contoh yang lain adalah OpenSER, SER, dan Yate.
3. Protocol, Protocol merupakan sebuah aturan atau rule yang harus dipenuhi agar akses komunikasi dapat melewati jaringan. Didalam komunikasi VoIP mengenal tiga macam protocol tambahan selain TCP/IP, yaitu :

  • H.323, Merupakan protokol yang dikembangkan oleh International Telecomunications Union – Telecommunication (ITU-T). Standar H.323 terdiri dari komponen, protokol, dan prosedur yang menyediakan komunikasi multimedia melalui jaringan packet-based.
  • Session Initiation Protocol (SIP) RFC 3261, Menurut Onno W Purbo, 2006. SIP adalah internet telephony masa depan. Berkembang dari voice over internet, evolusi pada hari ini telah mencapai Telepon over internet. Sebagian over internet bertumpu pada protokol H.323 yang dikembangkan oleh ITU-T. yang pada dasarnya merupakan pemaksaan proses signaling telephon PSTN ke jaringan internet, tentunya proses ini belum tentu cocok dengan jaringan internet yang
    sifatnya packet switching. Oleh karena itu internet engineering task force (IETF) yang merupakan lembaga engineering tertinggi di internet yang mengembangkan semua standar yang dipakai oleh internet secara terbuka telah mengembangkan evolusi yang terkini
    untuk menjadikan internet telephony (bukan telephony over internet).
  • The Inter-Asterisk Exchange (IAX) yang merupakan protokol dari Asterisk. Untuk sekarang ini, dengan dimotori di Indonesia melalui VoIP Rakyat dimasyarakatkan protokol IAX2, untuk User agent, software Idefisk menggunakan IAX2.

4. Coder-Decoder (CODEC)
Coder-Decoder (CODEC) adalah teknologi yang memaketkan data voice ke dalam format data lain dengan perhitungan matematis tertentu, sehingga menjadi lebih teratur dan mudah dipaketkan, dengan
mengalihkan kode analog menjadi kode digital agar suara dapat dikirim dalam jaringan komputer. Berbagai jenis dikembangkan untuk memampatkan/mengompresikan suara agar dapat menggunakan bandwidth secara hemat tanpa mengorbankan kualitas suara. Berikut ini
merupakan codec yang banyak digunakan di jaringan :

  1. GIPS : 13,2 Kbps & lebih tinggi
  2. GSM : 13 Kbps (full rate), 20ms frame size
  3. iLBC : 15 Kbps, 20ms frame size 13,3 Kbps, 20ms frame size
  4. ITU G.711 : 64 Kbps, sample-based
  5. ITU G.722 : 48/56/64 Kbps
  6. ITU G.723.1 : 5,3/6,3 Kbps, 30ms frame size
  7. ITU G.726 : 16/24/32/40 Kbps
  8. ITU G.728 : 16 Kbps
  9. ITU G.729 : 8 Kbps, 10ms frame size
  10. Speex : 2,15 to 44,2 Kbps
  11. LPC10 : 2,5 Kbps
  12. DoD CELP : 4,8 Kbps

Dari codec diatas yang sering digunakan untuk VoIP rakyat Indonesia adalah GSM atau iLBC, karena cukup baik dan merupakan versi open source.

b. Client

Komponen perangkat lunak yang dibutuhkan untuk pembentuk VOIP pada client adalah sebagai berikut:
1. Sistem Operasi windows dan linux
2. User Agent
User Agent merupakan user penerima maupun pengirim data, dengan kata lain user agent seperti telepon yang kita kenal yang berfungsi untuk
melakukan pemanggilan atau penerimaan telepon.
User Agent ada yang berupa software ataupun hardware. Sebagai contoh software yang populer sebagai user agent adalah sebagai berikut :

Protokol Softphone
SIP SJPhone
SIP X-Lite
H.323 NetMeeting

Beberapa jenis hardware yang populer sebagai user agent adalah IP Phone, USB Phone, Internet Telephony Gateway (ITG), dan Analog Telephone Adapter (ATA).

soft phone voip

No Pembanding VOIP PSTN
1 Lisensi Free Propetary
2 Kualitas suara Kurang jernih Jernih
3 Mediator Bandwitdh internet Sinyal analog
4 Perangkat keras PC, IP Phone, USB Phone Telephon konvensional
5 Jaringan IP PBX PABX (Privat Automated
Branch exchange)
6 Biaya operasional Hanya membayar biaya
internet
Dihitung berdasarkan
hitungan waktu dan jarak
7 Fasilitas komunikasi Dapat bertukar file,
chat, video, conference, voicemail
Bertukar voice (suara)