Pengertian Mengajar

Mengajar merupakan suatu kegiatan menyampaikan pesan berupa pengetahuan, keterampilan dan penanaman sikap-sikap tertentu dari guru kepada peserta didik. Sebenarnya kegiatan mengajar bukan sekedar menyangkut persoalan penyampaian pesan-pesan dari seorang guru kepada peserta didik, tetapi menyangkut persoalan guru membimbing dan melatih peserta didik untuk belajar.

Definisi tentang mengajar dikemukakan oleh Slameto (1995: 30) mengutip dari pakar negara-negara maju yang mengemukakan bahwa “Mengajar adalah bimbingan kepada siswa dalam proses belajar”. Pengertian ini menunjukan bahwa yang aktif adalah siswa yang mengalami proses belajar. Sedangkan guru membimbing, menunjukkan jalan dengan cara memperhitungkan kepribadian siswa.

Mulyani Sumantri dan Johar Permana mengutip dari T.Raka Joni tentang pengertian mengajar sebagai pencipta dan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar (2001: 21).

Sedangkan menurut Nana Sudjana (1996: 7) “Mengajar adalah membimbing kegiatan siswa belajar, mengatur, dan mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat mendorong dan menumbuhkan siswa melakukan belajar”.

Menurut pengertian ini dapat dilihat bahwa mengajar sebagai proses, yaitu proses yang dilakukan oleh guru dalam menumbuhkan kegiatan belajar siswa. Dengan perkataan lain, hasil proses mengajar adalah kegiatan belajar siswa.

Prinsip-prinsip Mengajar

Guru harus berhadapan dengan sekelompok manusia yang memerlukan bimbingan dan pembinaan untuk menuju kedewasaan, sehingga sadar akan tanggung jawab masing-masing. Karena tugas guru yang berat tersebut, maka guru harus mempunyai prinsip-prinsip mengajar seperti yang dikemukakan oleh Slameto (1995: 35-39) sebagai berikut :

  1. Perhatian
    Waktu mengajar guru harus dapat membangkitkan perhatian siswa pada pelajaran yang diberikan sehingga pelajaran tersebut dapat diterima, dihayati dan diolah siswa sehingga menimbulkan pengertian dari diri siswa.
  2. Aktivitas
    Guru perlu menumbuhkan aktivitas siswa baik aktivitas berpikir maupun berbuat dalam proses belajar mengajar.
  3. Appersepsi
    Setiap guru dalam mengajar perlu mengembangkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa ataupun pengalamannya.
  4. Peragaan
    Guru harus menggunakan bermacam-macam media dalam penyampaian materinya. Hal ini ditujukan agar siswa tidak merasa bosan, dan lebih terangsang dalam berpikir dalam rangka membentuk struktur kognitif dalam jiwa siswa.
  5. Repetisi
    Guru perlu mengulang-ulang pelajaran dalam menjelaskan suatu unit pelajaran, karena pelajaran yang sering diulang akan memberikan tanggapan yang jelas dan tidak akan mudah dilupakan.
  6. Korelasi
    Guru harus memperhatikan hubungan antar setiap mata pelajaran dalam mengajar sehingga dapat memperluas pengetahuan siswa.
  7. Konsentrasi
    Guru harus konsentrasi dalam berbagai situasi yang dijumpainya selama mengajar sehingga proses belajar mengajar tidak menyimpang.
  8. Sosialisasi
    Siswa hendaknya diberi kesempatan untuk melaksanakan kegiatan bersama walaupun berada di dalam kelas maupun di luar kelas dalam menerima pelajaran, karena bekerja di alam kelompok dapat meningkatkan cara berpikir siswa untuk memecahkan masalah secara baik.
  9. Individualisasi
    Siswa merupakan makhluk yang unik, yang mempunyai perbedaan yang khas antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini guru dituntut untuk dapat mendalami perbedaan tersebut sehingga dapat melayani pendidikan tanpa menyimpang dari tujuan.
  10. Evaluasi
    Semua kegiatan belajar mengajar perlu evaluasi, dengan begitu baik siswa maupun guru dapat termotivasi untuk meningktkan peran aktifnya guna keberhasilan proses belajar mengajar.

Guru diharapkan dapat memahami dan menjalankan dengan baik kesepuluh prinsip di atas agar dalam proses mengajar dapat membangkitkan minat siswa guna meningkatkan prestasi belajarnya. Disamping itu guru perlu membangkitkan siswa agar belajar dengan perasaan senang, karena belajar akan efektif jika dilakukan pada kondisi senang. Guru harus memulai dari apa yang telah diketahui sebelumnya, sehingga diharapkan siswa mempunyai pemahaman yang baik karena yang mereka pelajari adalah hal-hal yang telah ada pada mereka.

Atau secara singkat dapat dinyatakan bahwa dalam mengajar perlu memperhatikan prinsip-prinsip mengajar. Kegiatan mengajar merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya interaksi antara siswa dengan guru dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini dilakukan sedemikian rupa agar membantu perkembangan siswa secara optimal, baik perkembangan fisik, maupun mental sehingga yang berperan aktif dalam proses belajar mengajar adalah siswa itu sendiri dan guru hanya fasilitator dan pembimbing siswa dalam proses belajar mengajar.